7 Produsen Mobil Antre Investasi EV di Indonesia

BYD incar produksi 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun di Thailand (Asia Nikkei)
JAKARTA, AVOLTA – Pasar Indonesia ternyata masih cukup seksi untuk banyak produsen mobil dunia. Terbukti, banyak pabrikan kendaraan yang hendak menanamkan modalnya untuk membangun fasilitas perakitan di Tanah Air.
Rachmat Kaimudin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menjelaskan setidaknya ada tujuh perusahaan dari berbagai negara yang tengah menjalin diskusi terkait investasi di Indonesia.
“Indonesia tengah menarik minat dari berbagai perwakilan kendaraan listrik yang mewakili setengah dari produksi global,” jelas Rachmat, disitat dari Liputan6.com, Selasa (8/11/2023).
Rachmat juga menjelaskan, dengan banyaknya produsen kendaraan yang antre masuk ke Indonesia diharapkan bisa mulai membangun pabriknya pada tahun depan.
“Mungkin tahun 2026 atau 2027 sudah jadi pabriknya (kendaraan listrik), kita bukan hanya jadi konsumen di sini,” tegasnya.
Sementara itu, untuk tujuh perusahaan kendaraan listrik yang berniat untuk menggelontorkan investasi di Tanah Air, mayoritas dari Cina, antara lain BYD, GM-Wuling-SAIC, Geely Auto Group, dan Cherry Auto Co. Kemudian, ada juga Stellantis dari Eropa serta aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance, gabungan Prancis dan Jepang.
“Sebagian dari mereka bahkan berencana untuk menjadi Indonesia sebagai ekspor hub electric vehicle,” pungkasnya.
