Reaksi Hyundai Soal Menperin Bilang Emisi EV Lebih Tinggi dari Hybrid

Hyundai Ioniq 5 mau dirakit lokal di Indonesia, paling mungkin berstatus IKD. (insideEV)

JAKARTA, AVOLTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, emisi karbon yang dihasilkan oleh mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) disebut lebih tinggi ketimbang kendaraan hybrid maupun internal combution engine atau ICE.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menanggapi pernyataan Menperin. Menurut dia yang disoroti pemerintah adalah mengenai pembangkit energi dari proses produksi untuk mobil listrik.

“Tentu saja ini dua hal dan dua industri yang berbeda,” ungkap pria yang akrab disapa Soerjo dikutip Bisnis Indonesia.

Menurut Soerjo, mobil listrik murni atau BEV merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah emisi karbon dari hasil pembakaran kendaraan ICE yang menggunakan bahan bakar fossil fuel, seperti bensin dan solar.

Soerjo mengatakan, pemerintah sudah melakukan analisa dan memiliki peta jalan yang jelas mengenai target elektrifikasi sebagai kelanjutan dari Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

“Jadi menurut kami yang disoroti adalah pembangkit energinya, [dan] bukan kendaraannya,” ujar Soerjo.

CATEGORIES
TAGS