Pengembangan Ekosistem EV Masuk APBN 2024

Menter Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juli 2019. ANTARA
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) di tahun 2024.
Dalam Undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau UU APBN 2024 ada beberapa fokus yang ingin dicapai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), salah satunya mobil listrik atau sepeda motor listrik.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, bahwa APBN akan terus mendorong transformasi ekonomi, termasuk hilirisasi baik untuk mobil listrik maupun baterai dan juga hilirisasi dari sektor pangan.
“Urgensi penggunaan duit negara untuk mendukung transformasi ekonomi ke depan,” tutur Sri Mulyani belum lama ini di Jakarta.
Sri Mulyani melanjutkan, sejak 2022 hingga 2024 nanti, negara mengalokasikan anggaran Rp 75,5 triliun untuk menggarap IKN Nusantara dengan rincian, Rp 5,5 triliun pada 2022, Rp2 9,4 triliun di 2023, dan Rp 40,6 triliun pada 2024 mendatang.
Bahkan, per-Agustus 2023 ini, realisasi anggaran untuk pembangunan IKN sudah menyentuh Rp6,4 triliun. Angka tersebut setara 21,8% dari pagu tahun ini.
“Pendapatan negara sebesar Rp 2.802 triliun (di 2024) akan digunakan untuk berbagai aktivitas mendukung transformasi ekonomi, menekankan, dan memperbaiki indeks pembangunan Indonesia, terutama dari sisi manusianya,” kata Sri Mulyani.
