Mobil Listrik Murah, Bikin Hubungan Eropa dan Cina Memanas

Industri Otomotif Cina (Carnewschina)

JAKARTA, AVOLTA – Akibat status mobil listrik murah hubungan Eropa dan Cina, memanas. Komite Eropa sudah memiliki cukup bukti bila Cina telah memberikan subsidi yang berisiko merugikan industri otomotif Uni Eropa. Langkah ini lantas mendapat dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa dan serikat pekerja.

Melansir Reuters, Sabtu (7/10/2023) disebutkan bahwa semua produsen yang memasarkan produk kendaraan bermotor sudah melewati sejumlah standar ketat dari Eropa. Pemerintah Cina pun memberikan reaksi.

“Cina sangat tidak puas dengan penyelidikan anti-subsidi karena tidak memiliki bukti yang memadai dan tidak mematuhi peraturan Organisasi Perdagangan Dunia,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan Cina dalam sebuah pernyataan.

Pihak Cina belum diberikan materi konsultasi yang memadai dan akan sangat memperhatikan prosedur investigasi Komisi Eropa untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaannya.

Bahkan Cina juga mendesak Uni Eropa untuk menjaga stabilitas rantai pasokan global dan kemitraan strategis antara keduanya, sambil menerapkan solusi perdagangan dengan kehati-hatian.

Selain itu, Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) menyebut penyelidikan tersebut sebagai tindakan proteksionisme yang akan menghambat pertumbuhan industri kendaraan listrik global.

Perlu diketahui, pangsa pasar kendaraan listrik Cina di Eropa telah meningkat menjadi 8 persen dan dapat mencapai 15 persen pada tahun 2025.

CATEGORIES
TAGS