VinFast Dipastikan Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Kendaraan listrik VinFast (Reuters)

JAKARTA, AVOLTA – Rencana investasi VinFast di Indonesia mulai menunjukan titik cerah. Dikatakan, pabrikan mobil listrik asal Vietnam ini, dipastikan bakal menanamkan modalnya di Tanah Air, untuk pengembangan industri kendaraan listrik.

Hal tersebut, ditegaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin, yang mengatakan sejauh ini sudah terdapat sekitar lebih dari lima perusahaan asing yang akan menanamkan modalnya untuk mobil listrik di Indonesia.

Dua di antara perusahaan mobil listrik tersebut adalah BYD dari Cina, dan juga VinFast dari Vietnam.

“Saat ini sudah ada sekitar lebih dari lima [perusahaan] kayaknya. BYD saya tunggu aja. VinFast sudah ngomong kan dia udah ngomong di publik dia bilang mau (investasi di Indonesia),” ujar Rachmat di kantor Kemenperin, disitat dari laman Bisnis.com, Rabu (27/9/20230.

Sebelumnya, VinFast sendiri sudah sempat berkunjung ke Kementerian Perdagangan, beberapa waktu lalu. Saat itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menerima kunjungan tersebut, dan pertemuan keduanya disebut membahas peluang kerja sama dan investasi antara Indonesia dan Vietnam di bidang kendaraan listrik.

Berdasarkan keterangan resmi, Indonesia terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi dengan negara-negara mitra untuk pengembangan kendaraan listrik, termasuk peningkatan infrastruktur dan pengisian daya, menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif, mengoptimalkan produksi dan pengunaan sumber daya berkelanjutan.

Pada hari yang sama di lokasi berbeda, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh di Istana Negara.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden kedua pemimpin menyambut baik kerja sama pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari sektor swasta dan mendorong kerja sama antara BUMN kedua negara.

“Dengan Vietnam, PM Vietnam mengundang Bapak Presiden ke Vietnam. Beliau berdua mendorong realisasi kerja sama maritim dan perikanan berkelanjutan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi selepas pertemuan tersebut.

CATEGORIES
TAGS