Jokowi: Ekosistem EV Tonggak Utama Ekonomi ASEAN

Presiden Joko Widodo tinjau pelabuhan Patimban (Instagram @jokowi)
JAKARTA, AVOLTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo kembali menegaskan hilirisasi industri dan perkembangan ekosistem kendaraan listrik akan jadi tonggak utama dari pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Tenggara.
Hal itu, disampaikan orang nomor satu di Republik ini, dalam pembukaan ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) di KTT ASEAN ke-43, Selasa (5/9/2023).
Penegasan pria yang akrab disapa Jokowi ini, sejalan dengan potensi yang dimiliki oleh negara-negara Asia tenggara, baik dari sisi pasar, bahan baku, hingga produksi kendaraan listrik. Jadi, tak menutup kemungkinan, pada masa mendatanga, ASEAN akan jadi pemain global di industri kendaraan listrik.
“Ekonomi ASEAN akan tumbuh lebih kokoh, melalui hilirisasi industri dan pembangunan ekosistem EV (kendaraan listrik), adalah contoh konkrit pembangunan rantai pasok kawasan,” jelas Jokowi.
Namun, untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, negara ASEAN membutuhkan sedikitnya US$ 29,4 triliun atau setara Rp 448 triliun untuk melakukan transisi energi. Dengan begitu, dibutuhkan kerja sama dari berbagai negara di Asia tenggara untuk mencapai tujuan bersama yang sangat penting tersebut.
Sementara itu, pengembangan rantai pasokan kendaraan listrik di kawasan ASEAN ini, dan infrastruktur hijau disebut akan menjadi salah satu topik yang bincangkan secara serius dalam forum kenegaraan AIPF.
“ASEAN membutuhkan 29,4 triliun dollar AS untuk transisi energi dan dibutuhkan skema pembiayaan inovatif melalui kemitraan yang sustainable,” tukasnya.
