Arab Raja Minyak, Indonesia Raja Baterai EV

Ilustrasi baterai kendaraan listrik dari Prime Planet Energy & Solutions Inc. (Prime Planet)’

JAKARTA, AVOLTA – Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho menilai Indonesia memiliki potensi untuk menguasai ekosisitem baterai global, seperti Arab Saudi yang menguasai industri minyak dunia.

Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah terkait salah satu bahan untuk membuat baterai kendaraan listrik, yaitu nikel.

“Indonesia memiliki sumber daya yang cukup terkait nikel, untuk bisa memenuhi kebutuhan bagian dari kendaraan listrik. Saat ini, posisi kami mengkonversi nikel menjadi bahan untuk baterai,” ujar Toto, di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (9/9/2023).

Nikel sendiri merupakan logam bahan baku utama pembuatan baterai. Dipadukan dengan kobalt dan mangan, nikel ini bisa diproduksi sebagai baterai lithium-ion, jenis baterai yang banyak digunakan mobil atau motor listrik.

Dengan melihat hal tersebut, Indonesia harus mampu masuk ke dalam sistem rantai pasol global, dengan dukungan sumber daya nikel yang melimpah.

“Kita harus mendorong kemajuan, bukan hanya baterai tapi juga untuk masuk ke rantai suplai global,” tegasnya.

Sementara itu, Toto juga memprediksi dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bakal semakin diperhitungkan di industri kendaraan listrik, layaknya Arab Saudi di industri minyak global.

“Jadi kita sudah mulai produksi baterai dan beberapa tahun ke depan bisa meningkat 70%. Kita juga memiliki potensi seperti Arab Saudi dalam hal minyak sehingga memiliki keuntungan global (karena) memiliki sumber daya nikel tetapi kita harus memastikan nikel ini bisa masuk ke dunia,” ucap Toto.

CATEGORIES
TAGS