Volvo, VW, dan Daimler Guyur Investasi demi Truk EV

JAKARTA, AVOLTA – Produsen seperti Volvo, Volkswagen (VW), dan Daimler mengucurkan dana besa-besaran untuk investasi mengembangkan truk listrik berbasis baterai. Sebab, masing-masing memiliki target ambisius dalam beberapa tahun ke depan.
Melansir laman Bloomberg, Sabtu (26/8/2023), Daimler Truck memperkirakan penjualan truk berbasis listrik ataupun fuel cell (FCEV) mencapai 60% dari penjualan Eropa pada 2030. Volkswagen Traton dan Volvo menargetkan pangsa 50% truk berbasis listrik hingga 2030.
Sejauh ini, teknologi listrik Electric Vehicle (EV) baru menyumbang 1% terhadap penjualan Volvo. Sedangkan Daimler, Scania, MAN, dan Navistar dari Traton mencatat sekitar 0,3% penjualan berasal dari EV.
Selanjutnya, ketiga perusahaan truk ini secara kolektif menguasai kurang dari seperempat dari 4,5 juta pasar global untuk truk dan bus pada tahun lalu. Untuk mengembangkan teknologi listrik, masing-masing pabrikan bersiap menggelontorkan dana jumbo.
Seperti Traton akan menghabiskan sekitar €2,6 miliar (US$2,8 miliar) untuk proses elektrifikasi dalam enam tahun sampai 2026.
Daimler berkomitmen melakukan sebagian besar penelitian dan pengembangan pada teknologi kendaraan listrik pada 2025. Tahun lalu, Daimler menghabiskan sebesar €1,6 miliar untuk pengembangan tersebut.
Kombinasi pasar truk listrik yang masih kecil dan investasi besar menandakan tahun-tahun yang penuh tantangan bagi produsen kendaraan komersial. Transisi serupa terbukti rumit di sektor mobil penumpang, yang masih memakan waktu beberapa tahun ke depan.
