TMMIN Produksi 47 Ribu Unit Mobil Hybrid Tahun Ini

Proses peluncuran produksi perdana Toyota Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN, Karawang, Jawa Barat. (TMMIN)

JAKARTA, AVOLTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memiliki target untuk bisa produksi sebanyak 47 ribu unit mobil hybrid hingga akhir tahun ini. Jumlah tersebut, akan digunakan untuk konsumsi dalam negeri dan juga ekspor.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan, meskipun mobil hybrid masih menggunakan bahan bakar fosil, namun dari segi pengurangan emisi mampu berkontribusi 50% dibanding mobil biasa yang beredar saat ini.

“Tahun ini Toyota merencanakan akan memproduksi 47 ribu unit kendaraan model hybrid, di mana 9.000 di antaranya diekspor, dan sisanya digunakan di dalam negeri,” ujar Bob, saat Avolta temui di Ubud, Bali, belum lama ini.

Proses pengecatan bodi Toyota Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN, Karawang. (TMMIN)

Lanjut Bob, pihaknya juga berharap ke depannya bisa masuk ke segmen-segmen yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sehingga, semua masyarakat tersebut bisa ikut berkontribusi mengurangi emisi.

“Toyota konsentrasi terhadap model-model yang digunakan oleh masyarakat banyak. karena Toyota ini melayani semua segmen, tidak hanya segmen tertentu atau segmen yang sifatnya premium,” ucap Bob.

Sementara itu, penerimaan konsumen terhadap mobil hybrid lansiran Toyota juga diklaim semakin meningkat. Pasalnya, model ini tidak hanya hemat bahan bakar, tapi juga memenuhi kebutuhan dan kemampuan orang Indonesia saat ini.

“Innova Zenix sebagai contoh, awalnya kami berasumsi hybrid itu 30% yang konvensional 70%. Tapi, kenyataannya 70% demand terhadap hybrid dan 30% yang konvensional. Begitu juga Yaris Cross,” pungkas Bob.

CATEGORIES
TAGS