Subaru Bilang Mobil Listrik Belum Cocok di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Sejumlah pabrikan otomotif, khususnya dari Cina, Korea Selatan dan Jepang sudah mulai memasarkan mobil listrik di Indonesia. Model dan harganya pun beragam, mulai dari banderol di bawah Rp 200 juta hingga di atas Rp 1 miliar.
Subaru salah satu pabrikan asal Jepang yang belum percaya menjual mobil listrik di pasar otomotif nasional. Padahal, sudah punya model yang dijual di luar negeri, yaitu Solterra.
Meski demikian, Chief Executive Office Subaru Indonesia Arie Christopher mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kehadiran mobil listrik buat pasar Indonesia.
“Alasannya banyak, kami berikan yang terbaik untuk masyarakat dan yang cocok untuk Indonesia, kita lebih well planned. Nanti pada saatnya, kami sudah berkomunikasi dengan pusat (prinsipal) sangat intens, pokoknya ditunggu saja,” tutur Arie belum lama ini di, ICE, BSD Tangerang.
Menurut Arie, konsumen Subaru di Indonesia sejauh ini masih didominasi oleh kalangan pehobi otomotif yang menjadikan mobil ini sebagai kendaraan kedua atau ketiga.
Perlu diketahui, Solterra merupakan ‘kembaran’ dari mobil listrik Toyota bZ4x yang juga baru meluncur di Tanah Air tahun lalu. Artinya, banyak aspek yang serupa pada kendaraan tersebut. Misalnya pada kapasitas baterai yang sebesar 71,4 kWh.
Namun jarak tempuh Solterra hanya 367 km sementara bZ4X yang menggunakan sistem penggerak roda depan diklaim mampu mencapai 500 km. Melalui dapur pacu itu, tenaga yang dapat dihasilkan mencapai 215 Tk dan torsi 337,5 Nm.
