Sewa Baterai Jadi Opsi Konversi Motor Listrik Murah

Salah satu vespa listrik hasil konversi dari Elders Garage. (naikmotor.com)
JAKARTA, AVOLTA – Mendorong percepatan peralihan ke kendaraan elektrifikasi, salah satunya dengan program konversi sepeda motor bermesin konvensional menjadi listrik. Namun, biaya untuk mengubah roda dua dengan bahan bakar bensin menjadi tenaga baterai, masih terbilang mahal, sehingga masyarakat masih enggan melakukan hal tersebut.
Menyadari kondisi tersebut, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru dengan menawarkan konsep sewa baterai yang bisa memangkas biaya konversi jadi murah.
Nantinya, dengan skema ini, akan memotong biaya konversi hingga Rp 8 juta. Jadi, dengan adanya program bantuan pemerintah untuk konversi motor listrik sebesar Rp 7 juta, diperkirakan masyarakat cukup mebayar kurang lebih Rp 2 juta untuk melakukan konversi sepeda motor listrik.
Dijelaskan Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE), Senda Hurmuzan Kanam, skema sewa baterai ini sudah berjalan di Bali.
“Dari Rp 15 juta biaya konversi itu, Rp 7 juta sudah dapat bantuan pemerintah, sisanya yang Rp 8 juta itu kan komponen terbesarnya itu adalah baterai, sekitar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta,” ujar Senda, saat temu media dalam kegiatan Roadshow Program Konversi Motor Listrik di Bali, ditulis Senin (31/7/2023).
Lanjut Senda, perkiraan untuk biaya sewa baterai sekitar Rp 300 ribu per bulan atau Rp 10 ribu per hari.
“Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan penukaran baterai tanpa harus membayar listriknya,” tukasnya.
Ke depan, skema sewa baterai ini diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program konversi motor listrik. Jadi, nantinya mampu mendukung target pemerintah sebanyak 50.000 unit motor konversi pada 2023, dan 150.000 unit pada 2024.
