Percepatan Emisi Euro 5 Butuh 3 Tahun Transisi

JAKARTA, AVOLTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar penerapan standar emisi Euro 5 dipercepat. Hal tersebut lantaran polusi di Indonesia, khususnya wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya belakangan ini sedang menjadi sorotan karena kualitasnya buruk.
Menanggapi instruksi Jokowi, Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan, penerapan standar emisi Euro bagi industri otomotif ke level lebih tinggi sebetulnya bukan sesuatu yang sulit.
Menurut Kukuh, sangat mudah dilakukan, karena banyak perusahaan otomotif di Indonesia merupakan produsen global yang memang sudah mengadopsi standar emisi Euro 5, bahkan Euro 6 di berbagai negara.
“Itu hal bagus. Kalau mau ke Euro 5 oke, atau langsung ke Euro 6 juga bisa,” ungkap Kukuh seperti dikutip CNN Indonesia, Kamis (31/8/2023).
Kukuh juga memastikan industri otomotif sudah siap beralih asalkan para produsen diberikan waktu untuk penyesuaian, lebih kurang tiga hingga empat tahun.
“Iya, tinggal ikutin saja, dan ada waktu penyesuaian 3-4 tahunan untuk implementasi,” ujar Kukuh.
Kukuh melanjutkan, yang tidak kalah pentingnya lagi, yaitu mengenai pemenuhan bahan bakar yang sesuai. Jika tidak, penerapan standar Euro ini menjadi kurang maksimal.
“Tapi paling penting bahan bakar ada. Karena kalau sudah jalan, kami tentu tidak bisa mundur balik lagi,” kata Kukuh.
