Peluang Harga Mobil Listrik Semakin Murah

JAKARTA, AVOLTA – Harga mobil listrik di Indonesia, sebagian besar masih tergolong mahal. Meskipun, saat ini sudah ada dua pilihan mobil listrik mungil dengan banderol terjangkau, yaitu Wuling Air ev dan juga Seres E1.

Namun, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Riyanto mengatakan, banderol mobil listrik ini memiliki potensi untuk semakin terjangkau. Pasalnya, ada kecenderungan harga baterai yang terus turun dari tahun ke tahun.

Seperti diketahui, baterai sendiri merupakan komponen termahal dari kendaraan listrik. Bahkan, 40 hingga 50 persen biaya produksi roda empat ramah lingkungan ini ada di baterai.

“Ketika baterai itu murah, otomatis harga jual mobil listrik ikut murah,” ujar Riyanto, di kementerian Perindustrian, beberapa waktu lalu, disitat dari Kumparan, Rabu (16/8/2023).

Lanjutnya, harga baterai mobil listrik berjenis lithium-ion menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir dan akan diprediksi semakin rendah selama 10 tahun ke depan.

“Penelitian dari Bloomberg, harga baterai lithium ion terus turun. Kalau sebelumnya itu sekitar 200-an dolar AS per kWh, nanti tahun 2030 sudah menjadi 60-an dolar AS per kWh-nya,” tambahnya.

Sementara itu, tantangan bagi pabrikan otomotif berkaitan dengan menghadirkan mobil listrik yang memiliki daya serap pasar lebih besar, adalah harga yang ditawarkan.

CATEGORIES
TAGS