Mobil Listrik di Indonesia Belum Laku-laku Banget

Wuling Air ev Buatan Indonesia Beredar di Thailand, Harga Cuma Rp168 jutaan (PRThai)
JAKARTA, AVOLTA – Kendaraan listrik saat ini terus didorong penggunaannya oleh pemerintah. Namun, kondisi di lapangan memperlihatkan jika mobil ramah lingkungan bertenaga baterai ini, belum terlalu laris di Indonesia.
Bahkan, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) pada Juli 2023 justru susut 10,8% dibanding Juni 2023. Total penjualan BEV secara nasional pada Juli 2023, hanya 1.074 unit.
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan, ada beberapa alasan penjualan mobil listrik di Indonesia masih terbilang landai. Salah satu penyebabnya, adalah sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah belum maksimal terkait mobil bertenaga baterai ini.
Sehingga, masyarakat atau calon konsumen masih memiliki keraguan terkait pilihannya untuk membeli mobil listrik.
“Mobil listrik ini kan barang baru. Disubsidi, belum tentu laku di Indonesia. Beda situasinya. Nah, sebetulnya kalau menurut saya, beberapa langkah itu sudah betul,” kata Nangoi, beberapa waktu lalu.

Hyundai Ioniq 5 di DPR RI (dpr.go.id)
Lanjut Nangoi, informasi kepada masyarakat terkait mobil listrik ini, juga harus diperkuat. Salah satunya, melalui pameran otomtoif seperti GIIAS lalu, yang memang banyak menampilkan kendaraan ramah lingkungan sebagai sajian utama.
Kita edukasi terus keuntungan, kerugiannya (pakai mobil listrik). Kemudian infrastruktur juga harus dibereskan,” tambah Nangoi.
Sementara itu, harga juga cukup berpengaruh terhadap penjualan mobil listrik di Tanah Air. Meskipun, pemerintah sudah memberikan subsidi, namun bantuan yang diberikan memang belum sesuai harapan, dengan iming-iming awal hingga Rp 80 juta tapi hanya pengurangan Pajak Pertambangan Nilai (PPN) sebesar 10%.
Kemudian, alasan terbesar lainnya, masyarakat masih enggan beralih menggunakan mobil listrik karena harga jual kembali dari kendaraan tersebut.
Wajar, karena konsumen di Indonesia masih banyak yang membeli mobil, untuk nantinya bisa dijual kembali.
“Masyarakat Indonesia itu kalau beli mobil, sudah langsung nanya, harga jual mobil bekasnya nanti seperti apa?. Kita belum tahu harga bekas (dari mobil listrik) ini seperti apa, (mereka konsumen) ragu-ragu,” tukas Nangoi.
