Luhut Beberkan Nasib Investasi Tesla

Menteri Koordinator bidang kemaritiman dan invesitasi, Luhut Pandjaitan dan CEO Tesla Motors ketika bertemu di Austin, Texas, 26 April 2022. (www.instagram.com/@luhut.pandjaitan)
JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya menjelaskan alasan kenapa Tesla Inc belum juga melakukan investasi di Indonesia. Faktor utama disebabkan karena produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu tidak mau berspekulasi.
Spekulasi di sini dijelaskan Luhut karena Tesla yang saat ini sedang mengalami kelebihan produksi. Sebab, dari total 3 juta mobil listrik produksi Tesla, hanya terjual 1,8 juta unit saja dan saat ini masih terdapat 1,2 juta yang belum laku dan terjual.
Menurut Luhut, bahwa Elon tidak mau ambil risiko dengan melakukan investasi yang nantinya akan menjadi faktor kebangkrutan perusahaan miliknya.
“Tertundanya investasi Tesla bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di Meksiko. Elon menyampaikan dia tidak mau menjadi seperti General Motors, bangkrut karena over supply,” ungkap Luhut di Instagram pribadinya (@Luhut.pandjaitan), Selasa (15/8/2023).
Luhut melanjutkan, bahwa selain kelebihan produksi, penundaan investasi ini juga imbas dari kondisi ekonomi global. Selain itu, faktor ketegangan antara Amerika dengan China terkait Taiwan dirasa Elon Musk masih berbahaya.
“Jadi penundaan investasi ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Mexico karena dengan alasan yang sama,” kata Luhut.
