Jokowi Minta Penerapan Euro 5 dan 6 Dipercepat

Ilustrasi standar emisi Euro4 (Hyundai Indonesia)
JAKARTA, AVOLTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya untuk mengurangi tingkat emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, karena belakangan ini kualitas udara di Indonesia khususnya DKI Jakarta dan sekitarnya sedang kurang bagus.
Maka dari itu, Jokowi meminta kepada semua Menteri untuk segera menerapkan batas emisi kendaraan Euro 5 dan Euro 6 di Indonesia, khususnya untuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“Selama satu pekan terakhir, kualitas udara di Jabodetabek sangat-sangat buruk dan angka di Agustus 2023 kemarin, indeks kualitas udara di DKI Jakarta sudah berada di angka 156 dengan keterangan tak sehat,” ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/8/2023).
Menurut Jokowi, kualitas udara yang memburuk ini tentunya disebabkan beragam faktor seperti kemarau panjang selama tiga bulan terakhir dan aktivitas industri yang menggunakan batu bara terutama sektor manufaktur.
Maka dari itu, pemerintah harus segera turun tangan untuk mengatasinya baik secara jangka pendek, memengah, hingga panjang.
“Dalam jangka pendek, secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik. Kemudian juga rekayasa cuaca untuk dapat memancing hujan,” tutur Jokowi.
Perlu diketahui, standar emisi kendaraan di Indonesia saat ini masih beragam. Sepeda motor yang dijual di dalam negeri wajib Euro 3, sedangkan mobil bensin Euro 4 dimulai April 2018.
Secara khusus, batas emisi Euro 5 akan berlaku ketika Indonesia sanggup memproduksi 2 juta unit pada 2025, dimana tingkat penjualan domestik sudah mencapai 1,25 juta unit dan ekspor 250.000 unit.
