Jadi LSUV, Stargazer X Tetap Bercitarasa LMPV

Hyundai Stargazer X (Avolta)
JAKARTA, AVOLTA – Hyundai melengkapi line-up kendaraannya di Indonesia dengan meluncurkan Stargazer X. Model tersebut, adalah versi crossover dari low multi purpose vehicle (LMPV) andalan, Stargazer.
Masuk ke dalam kategori low sport utility vehicle (LSUV), Hyundai Stargazer X memang tampil lebih sporty dengan ground clearance yang lebih tinggi 5 mm dibanding Stargazer biasa. Namun, pabrikan asal Korea Selatan ini, juga tak ingin model terbarunya tersebut yang siap bersaing dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki XL7 dan Mitsubishi Xpander Cross ini hilang rasa MPV-nya.
Dijelaskan Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, pasar MPV masih cukup seksi di Indonesia. Bahkan, segmen tersebut masih menguasai pasar 20 – 25 % di Tanah Air.
“Dulu saya pernah menyampaikan, ada gula ada semut. Kalau ada segmen market yang menarik, pasti semua pemain akan masuk di situ, dans emua akan berusaha mendapatkan bagian dengan strategi masing-masing,” jelas pria yang kini lebih suka disapa Frans, saat ditemui di sela-sela tes drive Stargazer X di Yogyakarta, Rabu (30/8/2023).

Hyundai Stargazer X Melantai di GIIAS 2023, Mulai Rp 325,6 Juta (Ist)
Lanjut Frans, alasan Hyundai meluncurkan Stargazer X, adalah untuk menjawab permintaaan konsumen yang menginginkan model MPV dengan tampilan yang lebih gagah. Sedangkan Hyundai Stargazer sendiri, memiliki tampilan yang lebih futuristik sebagai sebuah mobil keluarga.
“Tapi kembali lagi, masyarakat Indonesia karakternya seperti apa. jadi, kita ingin tahu, karakter yang diinginkan seperti apa, apakah dia memang apresiasi futuristiknya secara desain atau ada yang lain,” tegas Frans.
Melihat studi yang sudah dilakukan tersebut, terhadap pasar MPV dan juga LSUV atau crossover ini, kemudian Hyundai meluncurkan Stargazer X. Namun sekali lagi, pabrikan asal Negeri Ginseng ini tak ingin menghilangkan karakter MPV di model barunya tersebut.
“Tampilannya yang tadi futuristik sekarang secara desain lebih gagah, hampir mirip dengan SUV. Tapi memang kita nggak mau terkesan ini adalah SUV yang benar-benar SUV. Jadi, kita tetap mau ada ciri khas MPV. Walaupun kita kasih beberapa fitur SUV, tapi kita tetap mau mempertahankan titik beratnya dari MPV,” pungkasnya.
