Industri Obat Mengalah demi Mobil Listrik

TOKYO, AVOLTA – Tren kendaraan listrik yang semakin bergerak cepat di seluruh dunia, ternyata membawa dampak lain di industri lain. Salah satunya, adalah kurangnya pasokan litium untuk dunia kesehatan.
Disitat dari Asia Nikkei, Rabu (16/8/2023), litium karbonat sendiri merupakan salah satu bahan obat yang sangat penting untuk pasien penderita bipolar.
Litium sendiri, merupakan salah satu bahan utama yang digunakan untuk produksi baterai kendaraan listrik. Meskipun jauh dari kata langka, terbatasnya akses ke cadangan bawah tanah dunia membuat permintaan saat ini dikatakan lebih besar daripada pasokan.
Kekurangan pasokan litium karbonat ini, sudah terjadi di Jepang. Dan akibatnya, salah satu produsen obat di Negeri Sakura, yaitu Mitsubishi Tanabe Pharma, memutuskan tidak lagi membuat obat Litium Carbonate.

“Pembeli dari dunia medis mungkin kalah bersaing dengan pengguna industri,” kata Ichiro Fujikawa, ketua Asosiasi Pedagang Farmasi Jepang, disita dari Asia Nikkei, Rabu (16/8/2023).
Sementara itu, produsen obat sendiri memiliki standar produksi yang tinggi, namun tetap tidak memiliki dana dalam jumlah besar seperti di industri otomotif.
Setali tiga uang, Therapeutic Goods Administration Australia juga mengalami ketersedian litium karbonat dari Juli hingga Agustus 2023. Dikutip dari Drive, dalam catatan mereka harga lithium melonjak drastis, pada 2022 karena perusahaan mobil dan produsen baterai yang rebutan litium.
