Hyundai Menyerah di Cina, Terpaksa Jual Pabrik

Ilustrasi : Pabrik Hyuundai di India

JAKARTA, AVOLTA – Kondisi perekonomian termasuk industri otomotif di Cina sedang tidak baik-baik saja. Dalam beberapa waktu ke belakang, para produsen pun sampai harus perang harga untuk menarik minat konsumen membeli mobil baru, dan cara itu dinilai tidak efektif sepenuhnya.

Alhasil banyak pabrikan yang harus menelan pil pahit, termasuk Beijing Hyundai Motor berencana menjual pabrik di Chongqing, Cina, senilai USD505 juta atau setara dengan Rp 7,7 triliun. Keputusan kni setelah jenama asal Korea Selatan itu melakukan perubahan strategi  di tengah persaingan harga yang ketat serta permintaan yang melambat.

Beijing Hyundai menjual hak penggunaan tanah, peralatan, serta fasilitas lain milik pabriknya di kota Chongqing, Cina barat daya, menurut dokumen China Beijing Equity Exchange yang diterbitkan pada 11 Agustus 2023.

Pabrik Chongqing sendiri merupakan hasil patungan Hyundai dengan Beijing Automotive Group Co, mulai berproduksi pada 2017 dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 300.000 unit.

“Hyundai Motor telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kinerja penjualan di Cina. Kami berupaya meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi operasi jajaran produksi kami. Sampai sekarang siapa pembelinya dan jadwalnya belum diputuskan,” ujar juru bicara Hyundai Motor kepada Reuters, ditulis Kamis (24/8/2023).

Penjualan tersebut terjadi setelah Hyundai mengatakan pada bulan Juni bahwa mereka akan merestrukturisasi lebih lanjut bisnisnya di Cina untuk fokus pada profitabilitas.

CATEGORIES
TAGS