Upaya AS Melawan Ketergantungan EV dari Cina

 

Baterai gemini lagi dites BMW iX. (BMW)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) punya cara tersendiri untuk mengurangi ketergantungan dengan Cina di industri otomotif, khususnya kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Salah satunya, yaitu mengeluarkan aturan yang mewajibkan produsen untuk melakukan daur ulang baterai.

Melansir laman Reuters, Rabu (26/7/2023), dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act/IRA), bahan baterai EV wajib didaur ulang di AS, terlepas asal awal komponennya dari negara mana.

Alhasil berkat kebijakan tersebut, para pabrikan berlomba berebut mendaur ulang baterai EV di Amerika. Bahkan, mulai 2025, mineral baterai tidak boleh berasal dari perusahaan asing terutama Cina dan Rusia.

Secara aturan, komponen tersebut tidak dapat diperoleh dari kedua negara tersebut mulai 2024. Sebelumnya Departemen Keuangan AS juga telah meluncurkan beberapa aturan pajak yang lebih ketat, di mana ada ketentuan pengurangan kredit pajak untuk beberapa model mobil tanpa emisi.

Tentunya aturan ini dikeluarkan dengan tujuan menghilangkan ketergantungan AS pada Cina, dalam hal rantai pasok baterai mobil listrik.

Bukan hanya itu, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi mewujudkan 50 % penjualan kendaraan baru di AS pada 2023 berupa EV murni atau plug-in hybrid.

CATEGORIES
TAGS