Toyota Optimistis Mobil Hybrid Laris di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Dalam membantu pemerintah dalam percepatan program elektrifikasi kendaraan bermotor, masing-masing produsen otomotif punya cara berbeda. Salah satunya Toyota yang saat ini punya opsi strategi memasarkan mobil berteknologi hybrid ketimbang listrik berbasis baterai.

Menurut Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, perusahaan menilai kehadiran hybrid electric vehicle (HEV) memberikan pilihan bagi masyarakat, mengisi kekosongan yang belum diisi battery electric vehicle (BEV).

“Dengan porsi yang 65% HEV, itu memberikan pilihan bagi masyarakat, BEV juga diterima. Sehingga secara total, porsi segmen elektrik ini meningkat dari tahun lalu,” ujar Henry di Malang, Jawa Timur, belum lama ini.

Henry menjelaskan, bahwa dengan keberadaan HEV bersanding dengan BEV, serta model teknologi lain seperti PHEV (Plug in Hybrid), bisa mendongkrak permintaan pasar terhadap produk-produk elektrik.

“Jadi konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan mobilitas, seiring dengan itu semua pihak bisa berperan mengurangi emisi karbon. Hal ini juga yang akan mendorong peningkatan pasar otomotif secara keseluruhan,” kata Henry.

Sementara menurut Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy, perusahaan tentunya tidak membedakan HEV dan BEV, melainkan memberikan pilihan beragam bagi masyarakat sesuai kemampuan pasarnya masing-masing.

“Kehadiran HEV justru membantu misi mengurangi karbon sama halnya dengan BEV. HEV kami saat ini bisa memangkas sekitar 50 persen emisi karbon yang diproduksi teknologi konvensional, artinya dua unit HEV setara dengan kemampuan BEV yang nol emisi,” tutur Anton.

CATEGORIES
TAGS