Potensi Pasar EV Indonesia Bisa Tembus Rp 299 Triliun

Ilustrasi colokan cas mobil listrik Honda e. (Honda)
JAKARTA, AVOLTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan, didukung dengan ambisi pemerintah untuk menguasai industri ini secara global. Berbagai cara dilakukan, agar para investor dunia bisa menanamkan modal membangun pabrik mobil ataupun motor, dan ekosistem ramah lingkungan.
Bahkan, laporan terbaru yang dirilis oleh AC Ventures (ACV) bersama Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) terkait kendaraan listrik di Indonesia bertajuk Indonesia’s Electric Vehicle Outlook: Supercharging Tommorow’s Mobility menyebutkan potensi pasar kendaraan listrik di Tanah Air mencapai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 299 triliun.
Dijelaskan Managing Partner AC Ventures, Helen Wong dalam laporan tersebut menemukan peluang investasi luar biasa, apabila kendaraan listrik terus berkembang di Indonesia
“Lonjakan dan tren kendaraan listrik roda dua saat ini mengindikasikan permintaan pasar yang jelas dan potensi keuntungan yang menjanjikan,” ujar Helen dalam keterangan resmi, dikutip dari Bisnis, Rabu (5/7/2023).
Secara detail, potensi pabrik baterai sel kendaraan listrik termasuk battery management system (BMS) US$3 miliar hingga US4,5 miliar, kemudian penelitian dan pengembangan memiliki nilai US$12,5 miliar sampai US$15 miliar.
Kemudian, untuk potensi penjualan kendaraan listrik dan dealership bisa mencapai potensi US$1 miliar – US$2 miliar dollar, infrastruktur pengisian EV atau SPKLU US$2 miliar hingga US$3 miliar dan terakhir perawatan EV dan daur ulang baterai mencapai US$500 juta hingga US$1,5 miliar.
Sementara itu, Ketua AEML, Dannif Utojo Danusaputro mengatakan, sosialisasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia akan terus dilakukan bersama dengan stakeholder, mulai dari pemerintah, asosiasi, hingga pemangku kepentingan dalam ekosistem kendaraan listrik.
“Misi kami untuk mengelektrifikasi mobilitas di Indonesia didasarkan pada panggilan untuk melindungi lingkungan dengan mengurangi polusi bagi generasi masa depan,” tukasnya.
