Mobil Listrik Cina Serbu Thailand untuk Investasi

Merek Mobil Listrik China Lebih Pilih Thailand untuk Investasi (Reuters)

BANGKOK, AVOLTA – Merek mobil listrik Cina lebih pilih Thailand untuk investasi. Beberapa merek asal Negeri Tirai Bambu ini, berkomitmen untuk menghabiskan dana sebesar US$ 1,44 miliar atau setara Rp 21,9 triliun untuk fasilitas produksi di negara Asia Tenggara tersebut.

Disitat Reuters, Selasa (11/7/2023), serbuan pabrikan Tiongkok ini, karena dukungan pemerintah Negeri Gajah Putih yang memberikan insentif dan merayu perusahaan Cina. Thailand sendiri telah mengubah target sekitar 30% produksi kendaraan tahunannya menjadi listrik pada 2030.

Merek mobil listrik Cina yang pertama berinvestasi di Thailand, adalah Great Wall Motor (GMW). Pada 2020, GMW telah mengakuisisi sebuah pabrik milik General Motors dengan investasi US$647,38 juta atau setara Rp Rp 9,86 triliun dan mengubahnya menjadi pusat produksi regional untuk mobil listrik dan hybrid.

GWM juga akan mulai memproduksi mobil listrik Ora Good Cat tahun depan. Great Wall juga akan memboyong perusahaannya, MIND Electronics, HYCET, dan Nobo Auto ke Thailand. Perusahaan-perusahaan tersebut bertindak sebagai produsen sistem elektronik, powertrains, dan jok untuk mobil keluaran GWM.

Sementara SAIC Motor yang memiliki MG Motor, dan bermitra dengan konglomerat Thailand, Charoen Pokphand Group, meluncurkan kendaraan listrik pertamanya di negara tersebut pada 2019.

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

Sedangkan BYD telah menginvestasikan sebesar 17,9 miliar baht untuk membangun fasilitas baru di Thailand, dan akan mulai produksi sebanyak 150 ribu unit mobil pernumpang per tahun mulai 2024, dan beberapa di antaranya bakal diekspor ke Asia Tenggara dan Eropa.

Lalu, ada merek Hozon New Energy Automobile Cina yang sepakat bekerja sama dengan Majelis Umum Bangchan Thailand untuk memproduksi secara lokal mobil listrik NETA V mulai tahun depan.

Sementara itu, Dewan Investasi Thailand (BOI) juga tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa produsen mobil China lainnya untuk berinvestasi, seperti Chongqing Changan Automobile yang memiliki kemitraan dengan Ford dan Mazda, yang berencana berinvestasi 9,8 miliar baht atau setara Rp 4,2 triliun untuk mendirikan pabrik mobil listrik setir kanan pertama di luar China.

GAC Aion, anak perusahaan produsen mobil Cina, Guangzhou Automobile Group (GAC) juga berencana investasi lebih dari 6,4 miliar baht atau Rp 2,7triliun untuk produksi mobil listrik. Chery Automobile China yang juga berencana memasuki pasar Thailand pada awal tahun depan.

Produsen mobil Cina Geely juga dalam tahap awal merencanakan investasinya di Thailand. Geely akan mempertimbangkan model untuk impor dan manufaktur lokal.

CATEGORIES
TAGS