
JAKARTA, AVOLTA – Salah satu produsen mobil asal Korea Selatan, KIA berencana untuk investasi di Amerika Serikat, tepatnya di Georgia sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,99 triliun.
Disitat dari Reuters, ditulis Sabtu (15/7/2023), investasi pabrikan Negeri Ginseng ini sebagai persiapan fasilitas perakitan untuk produksi SUV listrik EV9 pada 2024. Selain itu, dalam investasi tersebut, KIA juga akan menambah 200 tenaga kerja untuk membangun SUV tiga baris tersebut, bersamaan dengan empat model lainnya di pabrik West Point, Georgia, Amerika Serikat.
SUV listrik EV9 ini, akan menjadi mobil listrik pertama KIA yang akan dirakit di benua Amerika Utara.
Langkah perakitan di Negeri Paman Sam ini, merupakan persayaratan agar kendaraan KIA ini memenuhi syarat US$ 7.500 atau setara Rp112,33 juta kredit pajak kendaraan listrik konsumen AS yang diatur dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA).
Sementara itu, menurut Gubernur Georgia Brian Kemp, sudah lebih dari US$ 22,7 miliar atau setara Rp 340 triliun investasi yang masuk ke wilayah tersebut, dengan tercipta lebih dari 28.400 lapangan pekerjaan dari rantai pasok kendaraan listrik sejak 2020.
Selain Kia, Rivian Automotive juga sedang membangun pabrik dengan investasi US$ 5 miliar atau setara Rp 74,89 triliun. Sedangkan Hyundai dan SK On berencana membangun pabrik baterai untuk memasok fasilitas perakitan mobil Korea Selatan di Negara Adidaya ini.





