Indonesia Wajib Punya Fasilitas Pengujian Baterai EV

Baterai gemini lagi dites BMW iX. (BMW)

JAKARTA, AVOLTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia meminta kepada perusahaan global bidang sertifikasi dan pengujian perangkat lunak, dalam hal ini UL Solutions untuk mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia. Upaya tersebut, untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Hal tersebut, disampaikan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan Presiden Internasional UL Solutions, Todd Denison di Amerika Serikat.

Bahlil menjelaskan, permintaan kendaraan listrik di Indonesia yang akan semakin meningkat ke depannya harus dibarengi dengan ketersedian produk yang memang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunaanya.

“Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi,” ujar Bahlil, dalam keterangan resminya, seperti disitat dari Antara, ditulis Sabtu (1/7/2023).

Sementara itu, Todd Denison mengatakan, potensi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia cukup menjanjikan layaknya di Amerika Serikat. Didukung, dengan adanya komitmen penggunaan energi bersih, dan mandat pengurangan emisi.

“Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai ini. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di Cina. kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia,” tegas Todd.

Kementerian Investasi/BKPM saat ini terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satu upayanya, adalah memberikan kemudahan izin usaha bagi investor yang berminat menanam modal pada ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

CATEGORIES
TAGS