Giliran Mobil Listrik Mercedes-Benz Bisa Pakai Supercharger Tesla

Fasilitas pengisian baterai mobil listrik Mercedes-Benz. (Mercedes-Benz)
JAKARTA, AVOLTA – Produsen otomotif yang bergabung menggunakan supercharger Tesla alias North American Charging Standard (NACS) kembali bertambah. Kini giliran Mercedes-Benz yang bergabung dengan Ford, GM, Volvo, Polestar, dan Rivian akan memanfaatkan fasilitas pengisian daya mobil listrik itu.
Melansir laman The Verge, Senin (10/7/2023), jenama otomotif asal Jerman itu akan menawarkan adaptor kepada pelanggannya sehingga mereka dapat mengisi daya kendaraan di stasiun Tesla Supercharger mulai 2024.
Selanjutnya, pada 2025 Mercedes-Benz mulai memproduksi kendaraan listrik dengan port pengisian daya Tesla, sehingga adaptor tidak lagi dibutuhkan untuk mengisi daya kendaraan listrik pabrikannya.
Kolaborasi ini otomatis menjadikan Mercedes-Benz menjadi produsen mobil Jerman pertama yang mengikuti tren adopsi NACS Tesla. Sebab, seperti VW, Hyundai, Kia, dan Stellantis sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang dalam tahap pembicaraan dengan perusahaan pimpinan Elon Musk itu terkait mengadopsi NACS untuk kendaraan listriknya.
Selain itu, perusahaan juga rencananya akan memperluas jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik di Amerika Utara menjadi 400 unit dengan lebih dari 2.500 high-power chargers yang juga akan menyertakan konektor NACS Tesla.
Perusahaan tersebut juga berencana akan membangun 2.000 unit stasiun pengisian daya dengan 10.000 pengisi daya di seluruh dunia.
