Fokus Kembangkan Baterai, Bukan Ambisi Jadi Produsen BEV

Mazda Ajak Bicara Panasonic soal Pembuatan Baterai Kendaraan Listrik (Insideevs)
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia diminta agar fokus mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), untuk masuk ke pasar global. Apalagi sudah dibentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), sehingga seharusnya bisa bersaing dengan pasar internasional.
Usulan itu diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi PAN Eddy Soeparno. Menurut dia, pemerintah seharusnya lebih fokus menciptakan rantai pasokan kendaraan listrik seperti baterai, seiring era elektrifikasi otomotif.
Eddy mengatakan, pemerintah tak perlu berambisi memaksa produksi mobil listrik secara lokal, karena membutuhkan prasyarat yang banyak hingga persaingan antar negara produsen.
Bahkan, kata Eddy Indonesia sudah memiliki ketersediaan nikel yang sangat besar dan mampu menciptakan rantai pasok baterai sampai ke produk akhir berupa baterai kendaraan listrik.
“Kita sudah punya cadangan nikel yang besar, kalau pun ingin meningkatkan, kita harus menciptakan rantai pasoknya sampai ke hilir dengan menciptakan baterai. Apalagi kita punya perusahaan patungan namanya IBC yang sudah dua tahun saya juga tidak tahu kerjanya lebih banyak di tempat,” tutur Eddy.
Faktor minimnya serapan pasar BEV tidak boleh menjegal langkah untuk hilirisasi mineral dan penciptaan rantai pasok industri baterai. Sebaliknya, Eddy mengungkapkan ada banyak prasyarat untuk mendongrak laju pasar BEV.
