Esemka Enggak Diajak Ikut GIIAS 2023

JAKARTA, AVOLTA – Pabrikan mobil yang bermerek lokal Indonesia, Esemka dipastikan absen pada gelaran GIIAS 2023, 10 Agustus mendatang. Padahal, merek yang kerap kali muncul mendekati tahun politik ini, sempat kembali heboh ketika mengikuti salah satu pameran otomotif pada Februari lalu.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, Esemka tidak ikut GIIAS 2023, karena memang tak diundang ikut. Selain itu, tidak ada permintaan juga dari pabrikan asal Boyolali ini untuk mengikuti gelaran bergengsi di industri roda empat Tanah Air tersebut.
“Kalau enggak salah, dua tahun lalu kami tawarkan tapi enggak ada respon. Tahun ini, kami enggak tawarkan dan enggak ada permintaan,” kata Nangoi di Jakarta, belum lama ini.
Sementara itu, Eddy Wirajaya, Presiden Direktur Esemka belum merespon pertanyaan dari wartawan terkait ketidakikutsertaan Esemka di GIIAS 2023.
GIIAS 2023 yang bakal berlangsung di ICE BSD, Tangerang ini diikuti 29 merek roda empat, seperti Audi, BMW, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, GWM Tank, Haval, Honda, Hyundai, KIA, Lexus, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Neta, Nissan, Ora, Porsche, Seres, Subaru, Suzuki, Toyota, Volkswagen, Volvo, Wuling.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (tirto.id)
Lima merek dari kendaraan komersial yang turut serta, di antaranya Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota Komersial, UD Trucks.
Sedangkan untuk industri roda dua, GIIAS 2023 bakal diikuti 15 merek, antara lain Alva, Aprilia, Astra Honda Motor, Benelli, Exotic, Harley-Davidson, Ion Mobility, Keeway, Motoguzzi, Pacific, Piaggio, Polytron, Royal Enfield, Segway, dan Vespa.
Selain itu, beragam kendaraan listrik masih menjadi sajian utama di GIIAS 2023. Bahkan, tahun ini, beragam model ramah lingkungan bakal hadir lebih banyak dibanding tahun lalu.
“Mobil listrk ini penting dan akan dipamerkan lebih banyak lagi. Mobil listrik jadi primadona saat ini, akan dipertahankan sekali agar membuat produk tersebut bisa diterima oleh khalayak Indonesia,” tukas Nangoi.
