Ambisi Cina Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

BEIJING, AVOLTA – Cina saat ini masih menjadi negara dengan penjualan mobil listrik yang sangat besar di dunia. Bahkan, negara seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Eropa belum bisa bersaing dengan Tiongkok di pasar kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Salah satu strategi Cina yang cukup berhasil menjadikan negara tersebut pasar terbesar mobil listrik, adalah pemberian subsidi. Pemerintah memberikan insentif hingga 60 ribu yuan atau setara Rp 125,4 juta untuk pembelian mobil listrik, meskipun kebijakan tersebut telah berakhir pada 2022 lalu.

Meskipun begitu, saat ini pemerintah daerah Cina masih banyak yang melanjutkan program subsidi terkait pembelian mobil listrik. Salah satu contohnya, adalah Shanghai yang memberikan potongan hingga 10 ribu yuan. Demikian dikutip dari Yahoo Financial, Jumat (21/7/2023).

Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan pajak hingga 10% untuk mobil di bawah 300 ribu yuan atau Rp 627 jutaan hingga 2025. Kemudian, program tersebut, akan berlanjut hingga pada 2026 dan 2027 dengan potongan 5%.

Tidak hanya konsumen, produsen juga mendapatkan insentif, yang membuat banyak produsen bermunculan di Cina, hingga 300 merek kendaraan listrik sejak 2019.

Pengisian baterai juga dimudahkan, dengan standar colokan yang sama untuk semua jenis mobil listrik di Cina. Kemudian, di Tiongkok sendiri, terdapat sebanyak 6,36 juta charger EV, dan paling banyak dibanding negara manapun di dunia.

Sementara itu, bagi pengguna mobil konvensional juga akan dipersulit, salah satunya hukuman bagi pembuat mobil dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi dan poin mereka yang negatif bisa ditarik dari pasaran.

Sedangkan pembeli mobil bensin sulit mendapatkan pelat nomor baru, misalkan dengan sistem lotre atau harga jual yang sangat tinggi dengan rata-rata 92.780 yuan (Rp 193,9 juta).

CATEGORIES
TAGS