Toyota Dapat Subsidi Rp12,6 T untuk Produksi Baterai

Bos Toyota Akui Pengembangan Baterai EV Masih Butuh Waktu (ist)
TOKYO, AVOLTA – Toyota Motor bakal mendapatkan subsidi dari Kementerian Industri Jepang kurang lebih sebesar 120 miliar yen atau sekitar Rp 12,6 triliun untuk memperluas produksi baterai kendaraan listrik.
Dikutip dari nikkeiAsia, Senin (19/6/2023), Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang ingin memperkuat fokus pengembangan baterai untuk keamanan ekonomi Jepang. Dengan begitu, pemerintah Negeri Matahari Terbit menyisihkan 330 miliar yen dalam tahun fiskal 2022 untuk mendukung sektor tersebut.
“Seiring dengan persaingan internasional untuk baterai penyimpanan yang makin intensif, persaingan untuk investasi modal juga menjadi semakin ketat,” kata METI Yasutoshi Nishimura.
Di Tokyo sendiri, ada peningaktan terkait pasokan baterai domestik sebagai prioritas utama, di tengah pergeseran industri otomotif menuju kendaraan listrik. Pengumuman terkait insentif ini, muncul setelah Toyota mengumumkan strateginya untuk menciptakan baterai solid-state pada 2027.
Sementara itu, Toyota sendiri akan menggunakan subsidi dari pemerintah untuk memperluas produksi di Prima Planet Energy & Solutions, yang merupakan perusahaan patungan baterai dengan Panasonic.
Selain itu, Toyota juga akan menggunakan subsidi untuk pengembangan dan produksi massal baterai litium besi fosfat bipolar.
