Soal Luhut Mau Batasi Mobil BBM, Kemenperin Bergeming

Petugas memeriksa Nosel dan selang Pertalite RON 90 sebelum peluncuran di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa
JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membuka wacana kalau akan mempersulit peredaran kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dilakukan sebagai respon polusi udara, khususnya di DKI Jakarta yang semakin buruk.
“Kita juga secara bertahap akan mulai mempersulit kendaraan combustion (BBM) sehingga demikian Jakarta ini air quality-nya (kualitas udara) makin baik sehingga keluarga kita itu akan mendapat air quality seperti negara tetangga kita,” ungkap Luhut di kantor Kemenkomarves, Senin (12/6/2023).
Ketika dimintai tanggapan soal pernyataan Luhut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui juru bicarnya, yaitu Febri Hendri Antoni Arif memilih untuk bergeming.
“Sebaiknya pertanyaan ini diajukan pada Kemenko Marves. Sejauh ini tidak ada tanggapan,” kata Febri singkat seperti dikutip dari Bisnis Indonesia.
Apabila wacana tersebut terealisasi maka industri otomotif di Indonesia akan terpengaruh karena sekarang ini masih didominasi oleh kendaraan yang bermesin konvesional.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri alat angkutan atau otomotif sebesar Rp 207,79 triliun pada 2022. Nilai tersebut naik 10,67 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp187,75 triliun.
