Ekspor Mobil Cina Jadi Ancaman Pabrikan Korsel

Industri Otomotif Cina (Carnewschina)
SEOUL, AVOLTA – Cina menjadi salah satu negara yang terus menancapkan tajinya di industri otomotif global. Berbagai merek, dan model dari Negeri Tirai Bambu ini banyak bermunculan, dan diekspor ke berbagai negara di dunia.
Bahkan, Cina sendiri telah berhasil merebut predikat sebagai eksportir terbesar pada kuartal pertama tahun ini, mengalahkan Jepang sekaligus menjadi ancaman bagi Korea Selatan.
Disitat dari Carscoops, data Korea Automobile Manufacturers Association (KAMA) menunjukan, Cina telah mengekspor 994 ribu unit pada Januari hingga Maret 2023. Jumlah tersebut, terdiri dari 826.000 unit mobil penumpang dan 168.000 unit komersial.
Jika dibandingkan Jepang, hanya mengekspor 954.000 unit mobil selama tiga bulan pertama 2023.

Industri otomotif di Cina (Carnewschina)
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Cina mulai mengirim mobil mewah untuk pasar negara-negara maju di Eropa dan Australia.
“Tahun lalu, China menjadi eksportir terbesar kedua dan tahun ini, pada April, menjadi (eksportir) yang terbesar,” ujar pakar otomotif dari Korea Automotive Technology Institute, Lee Hang-koo.
Meskipun begitu, Cina sendiri memang tengah kesulitan di pasar negera sendiri, karena sudah berada di titik jenuh. Mau tidak mau, produksi mobil asal Cina ini, harus dilempar ke negara lain.
Melihat hal ntersebut, Le Hang-Koo juga mengatakan, gencarnya ekspor mobil pabrikan Cini ini akan menjadi ancaman bagi produsen Korsel, salah satunya Hyundai.
“Hyundai tengah fokus dalam menumbuhkan pasar dan meningkatkan pengalamannya namun baru-baru ini pasar China mengalami anjlok,” tegas Lee.
Sementara itu, pasar Hyundai di Amerika serikat bisa dikatakan stabil, meskipun merek asal Negeri Gincseng ini memang masih tertinggal di pasar Eropa. Cina terus mendorong ekspor kendaraan berbahan bakar listrik maupun bensin yang menghambat perkembangan bisnis produsen mobil Korsel.
