Bos Indomobil Bicara Soal Pabrik Mobil Listrik

Subronto-Laras, Komisaris Indomobil

JAKARTA, AVOLTA – Komisaris Suzuki Indomobil Soebronto Laras mengatakan, untuk beralih dari pabrik yang memproduksi mobil bermesin konvesional menjadi listrik tidak mudah. Paling utama membutuhkan investasi besar, dan juga kesiapan rantai pasok eksisting.

Menurut Soebronto, investasi yang harus dikuncurkan untuk beralih atau membuat pabrik mobil listrik itu 5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS setara Rp 74,6 triliun sampai Rp 149,3 triliun.

“Kami tunggu saja, tergantung sekarang peraturannya seberapa jauh kami sanggup,” ungkap Soebronto belum lama ini di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, Suzuki tetap memahami bahwa pentingnya mobilitas yang ramah lingkungan agar bisa mereduksi emisi karbon. Hanya saja, memang perlu waktu dalam transisi untuk memproduksi kendaraan listrik secara lokal.

“Kembali lagi bahwa rantai pasok mulai dari pembuatan mesin, transmisi hingga komponen lokal selama puluhan tahun tidak bisa dialihkan begitu saja,” ujar Soebronto.

Sementara itu pada kesempatan sama, Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, bahwa secara kesiapan produk tentunya Suzuki global sudah punya konsep mobil listrik, yaitu eVX.

Namun, Donny belum bisa memastikan kapan dan apakah mobil listrik itu akan masuk ke Indonesia atau tidak. Menurut dia tergantung pergerakan pasar khususnya di dalam negeri.

“Kami secara konsep sudah ada di India. Ada beberapa rencana dari kantor pusat yang masih kami koordinasikan dengan kami. Tapi untuk detail, kami belum bisa informasikan,” tutur Donny.

CATEGORIES
TAGS