Thailand Jadi Raja EV di ASEAN

BYD incar produksi 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun di Thailand (Asia Nikkei)
BANGKOK, AVOLTA – Penjualan kendaraan listrik di Thailand menjadi yang terbanyak untuk wilayah Asia Tenggara atau ASEAN. Negeri Gajah Putih ini, berhasil mencatatkan sebanyak 20.816 unit mobil listrik berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV) sepanjang 2022.
Sedangkan untuk kendaraan plug-in hybrid (PHEV) mencapai 11.331 unit, dan mobil hybrid sebanyak 64.035 unit.
Dengan jumlah tersebut, penjualan di Thailand sendiri mencapai 69,4% dari seluruh negara di ASEAN.

Sementara itu, Indonesia berkontribusi sebesar 6,8%. Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai dI Tanah Air mencapai 10.327 unit sepanjang 2022. Sedangkan mobil hybrid maupun plug-in hybrid vehicle (PHEV) mencapai 5.100 unit.
Pengamat otomotif sekaligus pakar kelistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi mengatakan, pencapaian yang tinggi di Thailand disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah persyaratan mengenai fuel economy.
“Itu betul. Salah satunya juga, Kita tidak mensyaratkan fuel economy, masih banyak yang memelihara barang rongsok (mobil di atas umur 10 tahun). (Itu) satu penyebabnya, pernah sampaikan,” katanya beberapa waktu lalu, disitat dari Kumparan.com, Senin (23/5/2023).
Sementara itu, fuel economy yang dimaksud adalah hubungan antar jarak yang ditempuh oleh suatu kendaraan, dengan konsumsi bahan bakar.
Namun, hal terkait fuel economy ini, memang belum diatur di Indonesia.
“(Pajak) Mobil itu (juga) sebagai ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di Indonesia. 60% PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari otomotif, ada berbagai macam pajak. Mobil itu dianggap barang mewah. Barang mewah kalau sudah menyiapkan infrastruktur, kalau belum (mobil) itu kebutuhan,” tegasnya.
