Luhut Jawab Anies Soal Insentif Kendaraan Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kini mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden 2024, mengkritik kebijakan pemerintah soal pemberian insentif kendaraan listrik. Menurut Anies, langkah tersebut tidak tepat karena subsidi tersebut hanya dinikmati sejumlah kalangan.
“Solusi menghadapi masalah lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukan terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” ujar Anies pekan lalu di Jakarta.
Menyikapi kritikan tersebut, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan,
insentif mobil listrik sudah berdasarkan studi. Hampir seluruh dunia menggalakkan program untuk mendorong kendaraan listrik. Dengan begitu, Indonesia tidak bisa semena-mena melawan arus.
“Mengenai mobil listrik sudah ada studi komprehensif. Saya kira seluruh dunia, bukan hanya kita. Jadi, jangan kita lawan arus dunia juga. Siapa yang berkomentar saya tidak tahu, suruh dia datang ke saya, biar saya jelaskan bahwa itu tidak benar omongannya,” ungkap Luhut di The Westin Jakarta, Selasa (9/5/2023).
Luhut menjelaskan, mendukung program kendaraan listrik sebenarnya mudah karena Indonesia cukup mengikuti benchmark dengan Thailand dan Vietnam. Namun, insentif yang diberikan harus bersaing jika Indonesia ingin dilirik oleh dunia.
“Kalau Vietnam dan Thailand bisa kasih (insentif kendaraan listrik), masa kita tidak bisa? Kalau insentif tidak bagus sama saja kita bunuh diri sendiri,” kata Luhut.
