KTT ASEAN 2023 Buka Peluang Kerja Sama EV Asia Tenggara

Wuling Berikan 50 Unit Air ev untuk KTT ASEAN 2023

Wuling Berikan 50 Unit Air ev untuk KTT ASEAN 2023 (Ist)

JAKARTA, AVOLTA – Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 bisa membuka peluang kerja sama terkait industri kendaraan listrik di Asia Tenggara. Hal tersebut, ditegaskan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang.

Sejatinya, saat ini sejumlah negara di ASEAN tengah gencar bergerak ke arah elektrifikasi. Hal ini, kemudian bisa membuka kesempatan bagi Indonesia, untuk bisa melakukan ekspor, salah satunya ke Myanmar.

“Myanmar sudah membuka produk-produk EV (electric vehicle) masuk ke negaranya, dan kita mengetahui bahwa belum ada industri EV yang ada di Mayanmar atau negara-negara selain Myanmar,” ujar Agus, di Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/5/2023).

“Ini merupakan potensi dari Indonesia untuk bisa mengirim kendaraan-kendaraan EV masuk ke pasar ASEAN, yang memang mereka belum produksi kendaraan EV, baik roda empat maupun roda dua,” tegasnya.

Namun, Agus sendiri belum bisa memastikan, kapan ekpor kendaraan listrik buatan Indonesia ini ke Myanmar bisa terlaksana. Ia hanya menyebut, target utama ekspor akan diarahkan kepada negara-negara yang sudah membuka diri untuk menggunakan kendaraan listrik, namun belum ada kapasitas untuk melakukan produksi secara mandiri.

“Kita sudah produksi dua jenis roda empat untuk EV. Kalau motor yang sudah ikut program kita 11 produk. Jadi, sudah banyak yang bisa kita kirim ke negara di kawasan (ASEAN),” paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Kemenperin per April 2023, produksi kendaraan listrik di Indonesia sudah mengalami peningkatan sebesar 44%.

“Catatanya naik, kalau naiknya roda empat sejak April sampai hari ini, itu ada sekitar 44%. Jadi, ini potensi, banyak negara-negara lain yang juga sudah mulai membuka pintu bagi produk kendaraan berbasis listrik,” tukas Agus.

CATEGORIES
TAGS