Ford Bisa Numpang Ngecas Pakai Supercharger Tesla

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images

NEW YORK, AVOLTA – Dua pabrikan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Ford dan Tesla resmi menjalin kerja sama. Dengan kesepakatan tersebut, kini pemilik mobil listrik Ford bisa melakukan pengisian baterai menggunakan lebih dari 12 ribu supercharger Tesla di Amerika Utara pada awal 2024.

Disitat Reuters, dengan kolaborasi ini, Ford menjadi pabrikan pertama yang bisa menggunakan ekosistem kendaraan listrik milik perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini, sekaligus membuka akses Ford untuk memanfaatkan jaringan supercharger dengan kecepatan tertinggi di Negeri Paman Sam tersebut.

Menurut Analis, akses ke stasiun pengisian daya ini merupakan salah satu tantangan terbesar dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik.

Sementara itu, untuk Tesla sendiri memang telah mengatakan pada November 2022 lalu, jika akan memperkenankan desain pengisian baterai miliknya bagi produsen lain.

Mobil listrik Ford Mustang Mach E. (Carsguide)

Adapun Perangkat yang dirancang oleh Tesla akan memberikan akses port Combined Charging System (CCS) atau sistem pengisian daya gabungan untuk mobil listrik Ford dan dilengkapi dengan Supercharger V3 Tesla.

Sementara itu, pada 2025, Ford juga akan membekali standar pengisian daya Tesla untuk mobil listriknya pada masa depan.

“Idenya adalah bahwa kami tidak ingin jaringan supercharger Tesla menjadi seperti taman bertembok. Kami ingin menjadi sesuatu yang mendukung elektrifikasi dan transportasi berkelanjutan secara umum,” ujar Elon Musk dalam sebuah percakapan Twitter Spaces dengan CEO Ford, Jim Farley.

CATEGORIES
TAGS