Anies Kritik Insentif Mobil Listrik Tidak Tepat

JAKARTA, AVOLTA – Anies Baswedan menilai pemberian insentif untuk mobil listrik yang dilakukan oleh pemerintah saat ini kurang tepat. Sebab, subsidi tersebut hanya dinikmati masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.
Apalagi sekarang ini harga mobil listrik yang dijual di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu mulai Rp 200 jutaan sampai di atas Rp 1 miliar.
“Solusi menghadapi masalah lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukan terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” ujar Anies dalam acara deklarasi relawan Amanat Indonesia (ANIES) di GBK Senayan, Jakarta pekan lalu.
Anies yang mendeklarasikan sebagai bakal calon presiden 2024 ini menyarankan seharusnya pemerintah memberikan solusi yang tepat untuk rakyat apabila ingin membenahi masalah lingkungan.
Sebagai contoh, pemerintah dapat membenahi dahulu transportasi umum ketimbang memberi bantuan terhadap calon pembeli mobil listrik.
“Kalau kami hitung apalagi ini, contoh ketika sampai pada mobil listrik, emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak,” ungkap Anies.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, karena bus mampu menampung banyak orang sementara mobil hanya sedikit.
“Belum lagi pengalaman kami di Jakarta, ketika kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan menggantikan mobil yang ada di garasinya, dia akan menambah mobil di jalanan, menambah kemacetan di jalanan,” ujar dia.
