VW Lewat PowerCo Siap Bangun Pabrik Baterai di Indonesia

Volkswagen Kejar Setoran Bangun 25 Ribu Titik Pengisian EV di Dunia (Driven)

BERLIN, AVOLTA – Rencana salah satu produsen mobil asal Eropa, Volkswagen (VW) untuk berinvestasi membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin mendekati kenyataan.

Jenama asal Jerman ini, berencana untuk menggandeng perusahaan tambang Vale, dan produsen roda empat asal Amerika Serikat, Ford serta produsen mineral baterai China Zhejiang Huayou Cobalt untuk membangun pabrik baterai di Tanah Air. Pembangunan dimulai akhir 2023 dengan investas.

Hal tersebut, disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, ditulis Selasa (18/4/2023).

Selain menggandeng perusahaan luar negeri, VW juga akan menggaet beberapa perusahaan Indonesia, seperti Merdeka Gold Copper, perusahaan induk Merdeka Battery, dan perusahaan energi Kalla Group untuk memuluskan rencana investasi pabrik baterai di Indonesia.

Kemitraan tersebut akan terdiri dari usaha patungan dan pasokan bahan baku, disebutkan Bahlil dalam pernyataan video dari Jerman, di mana delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo menghadiri pameran industri Hannover Messe, dan bertemu dengan para perwakilan perusahaan termasuk raksasa kimia Jerman BASF, Eramet, dan VW.

“Indonesia adalah negara yang penting dan menarik dalam hal bahan baku dan kami melakukan perbincangan positif dengan pemerintah dan pemasok,” kata VW dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, disitat dari Reuters, VW memilih Indonesia untuk mengamankan bahan baku pembuatan baterai EV yang harganya mencapai 40% dari kendaraan tersebut. Selain itu, langkah ini juga sekaligus untuk menutup kesenjangan dengan pemimpin pasar EV saat ini, Tesla.

Secara terpisah, dalam pernyataan yang dirilis dari kantor Kepresidenan, investasi VW di Indonesia ini akan dilakukan oleh unit bisnis baterai Powerco.

CATEGORIES
TAGS