Toyota Indonesia Terus Kejar Insentif Mobil Hybrid

Presiden Joko Widodo mengunjungi booth Toyota, dan melihat Kijang Innova Zenix hybrid (Ist)

JAKARTA, AVOLTA – Salah satu produsen mobil besar asal Jepang di Indonesia, Toyota tetap berusaha melakukan lobi kepada pemerintah agar mobil hybrid mendapatkan insentif. Pasalnya, sebelum pengumuman bantuan pembelian kendaraan listrik, kendaraan yang menggunakan mesin konvensional dan motor listrik ini direncanakan masih mendapatkan subsidi sebesar Rp 40 juta, meskipun pada akhirnyatidak terealisasikan.

Dijelaskan Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (tAM), saat ini pihaknya masih menjalin komunikasi dengan pemerintah, dan berharap mobil hybrid mendapatkan perhatian yang sama seperti mobil listrik.

“Insentif kan banyak, kita tetap komunikasi dengan pemerintah bahwa Toyota commit untuk membangun dunia elektrifikasi di Indonesia,” ujar Anton, saat ditemui di Bali, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, seperti diketahui, pemerintah memang akhirnya hanya memberikan insentif untuk mobil listrik berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dari 11% menjadi 1%.

Toyota Kijang Innova Zenix berteknologi hybrid, produksi Karawang. (TMMIN)

Lanjut Anton, sejatinya kendaraan elektrifikasi bukan sekedar battery electric vehicle (BEV), tapi juga jenis lain seperti hybrid atau plug-in hybrid (PHEV) yang memang memiliki tujuan sama, mengurangi emisi karbon.

“Dunia elektrifikasi itu kan tidak hanya BEV, kebetulan tahun ini ada insentif BEV yang local production, kita belum ada. Kita terus membangun komunikasi ke pemerintah, mudah-mudahan ke depannya hybrid tetap dapat perhatian juga dari pemerintah,” tegasnya.

CATEGORIES
TAGS