Indonesia Bisa Jadi Pemain Inti Industri EV ASEAN

Ilustrasi pabrik Honda (Reuters)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di era industri kendaraan listrik global, khususnya di ASEAN.

Menurut Airlangga, di ASEAN hanya dua negara yang memiliki potensi, yaitu Indonesia dan Thailand. Akan tetapi kata dia, sumber daya alam untuk bahan baku baterai kendaraan listrik cuma ada di Indonesia.

“Siapa yang punya bahan baku di luar kita? Filipina, tapi tidak sebesar Indonesia, jadi kita punya peluang besar,” ungkap Airlangga belum lama ini di Jakarta.

Bukan hanya itu saja, Indonesia juga mampu memproduksi nikel murni yang saat ini berlokasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Sebab, tanah air ini memiliki kobalt, termasuk bahan utama baterai.

Airlangga menjelaskan, Indonesia memiliki cadangan nikel untuk memproduksi baterai mobil listrik hingga 30 tahun. Cadangan ini mencakup 24 persen dari total nikel di dunia.

“Berkat keunggulan yang kita punya ini maka sangat mendorong Indonesia untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik, terutama di Kawasan ASEAN,” tutur dia.

CATEGORIES
TAGS