PLN Dorong Penggunaan Home Charging di Indonesia

Fasilitas charging Nio, juga sudah punya teknologi swap baterai mobil listrik. (nio)

JAKARTA, AVOLTA – Populasi kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan terus bertambah seiring dengan pemerintah memberikan insentif. Maka dari itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menambah fokus pengerjaan, yaitu meningkatkan pemasangan fasilitas pengecasan kendaraan listrik di rumah alias home charging.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, bahwa PLN ikut serta dalam membangun fasilitas infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Selain membangun banyak SPKLU di sejumlah tempat strategis juga akan meningkatkan untuk pemasangan home charging,” tutur Wiluyo di Jakarta belum lama ini.

Program ini kata Wiluyo akan bekerjasama dengan para produsen yang menjual kendaraan listrik di Indonesia, sehingga pemilik mobil listrik dan motor listrik bisa dengan mudah mengisi daya baterainya di rumah, tanpa harus ke SPKLU.

Presiden Joko Widodo saat inspeksi fasilitas cas cepat PLN, jelang KTT G20, Bali. (Antara)

Bahkan, menurut dia PLN sejauh ini telah memiliki data wilayah atau daerah yang populasi kendaraan listriknya mengalami pertumbuhan. Maka dari itu, PLN akan fokus membangun infrastruktur di daerah-daerah tersebut.

“Kalau masyarakat membeli mobil otomatis mendapat home charging hasil kerja sama produsen kendaraan listrik atau Agen Pemegang Merk (APM) dengan PLN. Jadi, sistem bundling (sepaket) ,” ujar Wiluyo.

Sebagai informasi, PLN  sudah menghadirkan 570 SPKLU di 238 lokasi seluruh Indonesia. Terdapat tiga jenis SPKLU yang disediakan, yakni medium charging (pengisian daya menengah), fast charging (pengisian daya cepat) hingga ultra fast charging (pengisian daya sangat cepat).

CATEGORIES
TAGS