Merek Barat Cabut, Mobil Cina Invasi Rusia

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

JAKARTA, AVOLTA – Keputusan Rusia untuk melakukan invasi ke Ukraina, ternyata membawa dampak yang cukup besar terhadap negara tersebut. Tercatat, setidaknya ada 46 dari 60 merek mobil barat telah menarik diri dari pasar Rusia pada akhir 2022.

Disitat dari Carnewschina, kondisi tersebut ternyata memberikan peluang bagi pabrikan asal Cina untuk invasi ke pasar Rusia. Bahkan, diperkirakan ada sekitar 100 merek asal Negeri Tirai Bambu yang akan masuk ke pasar Rusia pada tahun ini.

Selain itu, sebanyak 487 diler kendaraan Cina juga baru dibuka di Rusia pada 2022, sehingga totalnya menjadi 1.041 atau hampir sepertiga dari total diler mobil di Rusia.

Bahkan, kinerja dari penjualan mobil asal Cina di Rusia juga melesat, dengan sebanyak 122 ribu unit mobil Tiongkok terjual di Rusia pada 2022. Jumlah tersebut, meningkat 13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa pasar mobil Cina di Rusia sendiri juga ikut naik menjadi 20%.

Berdasarkan survei dari Autostat, sebuah lembaga analisis pasar mobil Rusia, pengeluaran konsumen Rusia untuk mobil merek China meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Misalnya, pada Januari 2023, sebanyak 17.200 mobil China telah dilego, dengan nilai transaksi mencapai 50 miliar rubel atau US$665 juta.

Jika dibandingkan dengan jenis kendaraan lain pada Januari 2023 di Rusia, tercatat pangsa pasar mobil Eropa sebanyak 16 persen, Rusia 15 persen, Korea 11 persen, Jepang 10 persen dan Amerika 2,5 persen.

CATEGORIES
TAGS