Mobil Listrik Nissan Adopsi Baterai Solid State Meluncur 2025

Nissan Max-Out (Arena EV)

JAKARTA, AVOLTA – Nissan Motors terus berinovasi dalam menghadirkan mobil listrik di masa depan. Kali ini, produsen otomotif asal Jepang itu akan menggunakan teknologi baru pada baterai, yaitu Solid State.

Berdasarkan keterangan resmi Nissan, Selasa (7/2/2023) mobil listrik Nissan yang menggunakan teknologi tersebut akan dirilis pada 2028 dan proyek percontohan model itu akan dimulai dua tahun lagi atau tepatnya 2025.

Rangkaian pengerjaan proyek ditargetkan rampung pada 2026 dan resmi dijual dua tahun setelahnya.

Wakil Presiden Nissan untuk bagian riset dan pengembangan di Eropa David Moss menjelaskan, baterai solid-state secara substansial akan meningkatkan teknologi tenaga baterai. Teknologi ini diklaim bisa mengisi baterai dengan kecepatan tiga kali lebih cepat, mencapai hingga 400 kW.

Selain itu, teknologi baterai itu diklaim menawarkan kerapatan energi dua kali lipat dibandingkan dengan kisaran konvensional baterai lithium-ion saat ini. Bahkan, dapat menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dibandingkan dengan baterai lithium-ion generasi saat ini.

Nissan bukan satu-satunya merek mobil yang mengerjakan baterai solid-state, beberapa pabrikan mobil lain di seluruh dunia juga mengerjakan teknologi serupa.

Nissan bersama dengan Universitas Oxford juga telah menciptakan sel persegi berukuran 10 cm yang akan digunakan dalam baterai solid-state. Sel baterai terakhir diklaim memiliki ukuran yang sama dengan laptop.

Meski pun sedang mengembangkan baterai solid-state, Nissan tidak sepenuhnya meninggalkan baterai lithium-ion. Moss mengatakan bahwa kedua teknologi akan hidup berdampingan untuk sementara waktu.

CATEGORIES
TAGS