Hyundai Ngegas Transisi Kendaraan Listrik

Hyundai N74 berteknologi mesin hidrogen. (Hyundai)
JAKARTA, AVOLTA – Langkah yang dilakukan Hyundai Motor Group (Hyundai dan Kia) dalam mempercepat era elektrifikasi kendaraan bermotor di dunia cukup masif. Kedua merek asal Korea Selatan itu sampai sekarang sudah menjual beberapa model mobil listrik di pasar global.
Target tahun ini seperti diberitakan Yonhap, Rabu (4/1/2023), Kepala Eksekutif Hyundai Motor Group Euisun Chung menjelaskan, perusahaan akan memperoleh pangsa yang lebih besar di segmen kendaraan listrik global dan menghasilkan pendorong pertumbuhan kendaraan otonom, mobilitas masa depan, dan robotika pada 2023.
“Perusahaan akan melakukan investasi agresif untuk merekrut talenta yang telah terbukti di sektor bisnis pertumbuhan baru dan mengembangkan teknologi baru untuk menjadi penggerak pertama yang memimpin pasar mobilitas masa depan,” ujar Chung.
Chung melanjutkan, penerimaan kendaraan listrik Hyundai dan Kia di pasar global cukup baik. Tentunya kondisi tersebut yang menjadikan Hyundai-kia optimistis melangkah ke era lebih serius untuk mobil listrik di masa depan.
Sebagai contoh, tahun lalu Ioniq 5 berhasil menyabet gelar World Car of the Year 2022 dan EV6 dari Kia Corp dinobatkan sebagai European Car of the Year 2022. Menurut dia, ini sekaligus menandai awal dari kesuksesan peralihan ke elektrifikasi.
Tahap selanjutnya, untuk kendaraan otonom, kedua merek ini akan meluncurkan mobil dalam beberapa level. Level 3 memungkinkan perubahan jalur dan fungsi mengemudi otonom lainnya bekerja tanpa intervensi dari pengemudi.
Selanjutnya, paruh pertama tahun ini, Hyundai Motor Group akan memperkenalkan Genesis G90 dan Kia EV9, sambil berencana mengkomersilkan layanan taksi robo yang berbasis Ioniq 5 dengan kemampuan otonom level 4 di AS melalui Motional, perusahaan patungan antara Hyundai Motor dan startup mobilitas AS, Aptiv.
