SPK bZ4X Menumpuk, Toyota Minta Alokasi Tambahan Jepang

Toyota menyerahkan mobil listrik bZ4X ke pemerintah untuk ajang KTT G20, di Bali. (TAM)

JAKARTA, AVOLTA –  Mobil listrik terbaru PT Toyota Astra Motor (TAM), bZ4X mendapatkan sambutan yang cukup positif di Indonesia. Dengan harga yang tembus Rp 1,9 miliar, surat pemesanan kendaraan (SSPK) untuk model nol emisi ini tembus hingga 1.300 unit hanya kurang lebih sebulan setelah peluncuran.

Dengan pemesanan yang tembus ribuan unit ini, raksasa otomotif asal Jepang ini mengaku telah berdiskusi dengan prinsipal untuk memenuhi inden bZ4X.

Dijelaskan Direktur Pemasaran TAM, Anton Jimmi Suwandy, diskusi ini memang bertujuan untuk mempercepat pengiriman karena untuk kuota bZ4X yang masih diimpor secara utuh dari Negeri Matahari Terbit ini masih sangat terbatas.

Tahun ini, atau tepatnya untuk November dan Desember, kuota pengiriman bZ4X hanya 50 unit, dan 41 unit di antaranya sempat dipinjamkan untuk mendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, meskipun akhirnya kini telah dijual kembali.

“Sedang kami bicarakan dengan prinsipal. Sekarang masih diskusi (Percepatan pengiriman bZ4X),” jelas Anton, saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Anton sendiri belum bisa memberikan informasi terkait hasil diskusi untuk memotong masa inden bZ4X di Indonesia.

Saat ini, pria ramah itu juga belum mau mengungkapkan berapa lama konsumen harus menunggu unitnya datang dari Jepang.

“Kita akan penuhi semua permintaan konsumen secepatnya. Kami akan berikan yang terbaik untuk konsumen bZ4x di Indonesia ini,” tutur Anton.

CATEGORIES
TAGS