Jokowi Lobi Australia Pasok Litium ke Indonesia

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Scott Morrison (kiri) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 31 Agustus 2018. (Mast Irham/Pool Photo via AP)
JAKARTA, AVOLTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sekarang ini Indonesia tengah menjajaki perjanjian dengan Australia perihal pasokan litium untuk baterai electric vehicle (EV). Sebab, bahan baku tersebut belum dimiliki oleh Indonesia, meski berpotensi menjadi pemain utama dalam ekosistem baterai EV.
Menurut Jokowi, saat ini sedang menjajaki pembicaraan dengan perdana menteri Australia terkait peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pasokan lithium.
“Membangun ekosistem EV (electric vehicle) baterai itu kita hanya kurang litium, enggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister Albanese, Australia punya litium, kita boleh beli, dong, dari Australia. Terbuka, silakan,” ungkap Jokowi dikutip presiden.go.id, Senin (5/12/2022).
Jokowi melanjutkan, kabar baiknya ternyata sudah ada orang Indonesia yang memiliki tambang litium di Australia.
“Tentunya ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi,” tutur Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga membeberkan tantangan lain dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, yakni mengintegrasikan bahan baku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai contoh, nikel tersedia di Morowali di Weda Bay dan tempat-tempat lainnya. Tembaga ada di Papua, ada di Sumbawa. Selanjutnya, bauksit ada di Kalimantan Barat, ada di Bintan. Timah ada di Bangka Belitung.
“Yang sulit dari dulu sampai sekarang, yang tidak pernah kita kerjakan adalah mengintegrasikan itu menjadi sebuah ekosistem besar. Itu yang tidak pernah kita kerjakan,” kata Jokowi.
- Meski begitu, kata Jokowi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, utamanya dalam membuat baterai listrik.
