Putin Mau Mengontrol Harga Mobil Baru di Rusia

Salah satu mobil konsep Avtovaz di Rusia. (Avtovaz)
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil di Rusia tahun ini tercatat menjadi yang terburuk sepanjang sejarah. Maxim Sokolov, bos produsen mobil Rusia, Avtovaz, mengatakan, penjualan mobil sudah turun 60 persen dan akan semakin parah jika tidak dikendalikan pemerintah.
Penyebab anjloknya penjualan mobil baru di Rusia, yaitu salah satunya karena beberapa produsen hengkang. Contoh Renault dan Mercedes-Benz menutup operasi karena terkendala efek perang Rusia-Ukraina.
Menteri Perdagangan Rusia Denis Manturov memprediksi, penjualan mobil pada tahun ini paling bagus hanya mencapai 700.000 unit.
“Tahun lalu sedikit di atas 1,6 (juta unit). Dengan kehendak Tuhan, tahun ini akan 670.000 – 700.000,” ungkap Denis dalam konferensi tahunan Transport Week.
Melansir laman Reuters, Senin (21/11/2022) Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya angkat bicara. Dia meminta pada pemerintahannya untuk mengatur harga mobil baru agar industri otomotif tidak semakin anjlok.

Penjualan mobil di Rusia bisa turun 50% (Reuters)
Bahkan Putin pun melihat ada upaya kenaikan harga tidak wajar yang bisa memperparah kondisi industri otomotif di Rusia. Menurut dia,
kondisi saat ini cukup sulit dan meminta pemerintah mempertimbangkan membuat harga mobil terjangkau yang mengindikasikan banderol telah naik tak terkontrol.
“Saya mau menarik perhatian Anda atas kebutuhan konstan mengontrol harga, jadi saat kejadian sulit sekarang, yang kita semua sadari, termasuk logistik, tidak ada yang menyalahgunakan atau menaikkan harga kendaraan secara tidak wajar,” tutur Putin.
Putih pun berharap, dengan mengontrol harga mobil baru bisa membuat situasi lebih terkendali dan penjualan mobil baru ikut naik.
Tentunya, selain itu faktor lainnya juga telah terjadi kenaikan harga barang di Rusia dan sulitnya mengamankan pasokan komponen impor juga memperparah kondisi. Rusia kini menjalani sanksi dari berbagai negara barat sebagai respons kampanye militernya ke Ukraina.
