Kemenperin Ajak Diaspora Bikin Cip Semikonduktor Otomotif

Ilustrasi cip semikonduktor pada produksi otomotif. (Techfor.id)

JAKARTA, AVOLTA – Sejauh ini krisis cip semikonduktor di industri otomotif masih terjadi, meski tidak separah sebelum-sebelumnya. Kondisi seperti ini diperkirakan akan terus berjalan hingga beberapa tahun ke depan.

Maka dari itu, pemerintah Indonesia terus berpikir bagaimana caranya agar industri otomotif bisa berjalan dengan baik. Solusinya, yaitu dengan memproduksi cip semikonduktor di dalam negeri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku telah menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat (AS) untuk membuat chip semikonduktor di Indonesia. Langkah tersebut diambil sekaligus menyikapi status kelangkaan komponen tersebut secara global, padahal permintaannya tinggi terutama pada sektor elektronika dan otomotif.

Bahkan untuk di Indonesia dapat mengganggu pasokan mobil dan sepeda motor sehingga masa tunggu alias inden jauh lebih lama sampai ada yang tembus tahunan.

“Kami berupaya mengurangi ketergantungan semikonduktor yang rantai pasoknya semakin sulit dan kebutuhan makin lama makin tinggi. Sehingga, kita mesti menyiapkan suplainya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dii Jakarta belum lama ini.

Agus menjelaskan, pemerintah menjalin kerja sama dengan Sehat Sutardja, seorang inovator yang mengembangkan teknologi semikonduktor.

Kerja sama ini secara simbolis dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo dengan inventor Sehat Sutardja yang juga merupakan co-founder perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Marvell Technology.

Agus pun berharap kerja sama ini dapat mendorong pengembangan dan peningkatan kapasitas industri semikonduktor di Indonesia sehingga mampu memiliki industri semikonduktor secara mandiri untuk masa yang akan datang.

Salah satu wujud kerja samanya adalah pembangunan Pusat IC Desain (IC Design Center) di Indonesia. Langkah ini juga kata dia disambut baik oleh para petinggi investor.

“Pak Sehat juga merupakan diaspora cemerlang yang memiliki banyak hak paten. Kecemerlangan pemikiran Beliau perlu kita manfaatkan dengan baik,” kata Agus.

CATEGORIES
TAGS