Penjualan Mobil Baru Kebal Imbas Kenaikan Harga BBM

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022. Banyak yang memprediksi melambungnya banderol BBM akan berpengaruh kepada semua sektor industri, termasuk otomotif.
Namun, kenyataannya melonjaknya harga BBM belum mempengaruhi penjualan mobil baru sepanjang September 2022, setidaknya dari angka penjualan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil sepanjang bulan kesembilan tercatat wholesales 99.986 unit atau naik 3,1% dari Agustus 2022.
Hasil penjualan September ini, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan, termasuk di masa pandemi Covid-19. Bahkan, berhasil mengalahkan rekor sebelumnya pada Maret 2022 yang tembus 98.536 unit.
Sementara data retail tercatat mencapai 95.422 unit atau ,mengalami kenaikan 4,7% dibanding Agustus 2022.

Hyundai Stargazer (Ist)
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pernah mengatakan, konsumen tidak akan melakukan penundaan pembelian hanya karena harga BBM yang saat ini relatif tidak stabil.
“Kalau menurut saya, harga bensin naik pengeruhnya hanya sesaat. Karena orang kalau sudah niat beli mobil, sudah nabung bertahun-tahun, pasti rata-rata akan tetap beli,” ucap Nangoi di Medan belum lama ini.
Menurut dia, Gaikindo masih optimistis penjualan mobil baru pada 2022 akan sesuai target yang telah ditetapkan di awal tahun, yakni sekitar 900.000 unit atau 950.000 unit.
